Angka positif covid-19 terus bertambah. Di Provinsi Bengkulu terdata ada 1.821 kasus positif covid hingga November 2020, dimana 77 orang kemudian meninggal dunia. Efek dari covid-19 itu sendiri mengakibatkan bertambahnya angka pengangguran karena kondisi perekonomian yang sedang kontraktif.

Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu (JEP FEB UNIB) kemudian berinisiatif melakukan pengabdian pada masyarakat (PPM) untuk membantu mengurangi efek negatif pandemi covid-19. Kegiatan PPM berlokasi di Kelurahan Bentiring tepatnya di Masjid Al-Muhajirin, Kota Bengkulu. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan JEP FEB UNIB, Dr. Armelly, S.E., M.Si.

Pemilihan Kelurahan Bentiring bukanlah tanpa alasan. “Bentiring menjadi salah satu kelurahan dengan kasus covid-19 tertinggi di Bengkulu sehingga kami memilih kelurahan ini sebagai lokasi PPM,” jelas Armelly mengenai alasan pemilihan lokasi. “Apalagi Bentiring sendiri adalah pusat perkantoran Pemerintah Kota Bengkulu.”

Kegiatan PPM dilakukan pada 20 November 2020. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen selingkung JEP FEB UNIB yang terbagi dalam sembilan kelompok. Mengusung tema “Pengembangan Kreativitas Ekonomi dan Lingkungan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”, keseluruhan kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi penyebaran covid-19 sekaligus upaya peningkatan pendapatan keluarga di masa pandemi.

 Kegiatan dilakukan mulai pukul 13.30 WIB hingga pukul 15.15 WIB. Dalam kegiatan ini dilakukan penyuluhan dan praktek pembuatan aksesoris dalam bentuk konektor masker. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk sosialisasi kewajiban penggunaan masker juga sebagai alternatif pemasukan rumah tangga. Para peserta langsung praktek membuat konektor menggunakan bahan manik-manik sekaligus diajari pengemasan barang yang menarik sehingga memiliki nilai jual lebih.

Setelah itu dilakukan juga sosialisasi pemasaran konektor masker melalui media online. Hal ini dimaksudkan supaya masyarakat terbiasa mulai bertransasi melalui media sosial demi mengurangi resiko penyebaran covid-19 jika berjualan langsung di pasar. Penjualan komoditas melalui media online juga lebih menjanjikan karena pangsa pasarnya menjadi lebih luas. Jika peserta kesulitan dalam membuat konektor masker sebagai produk kerajinan yang mempu dijual, peserta diajari juga untuk menjadi dropshipper ataupun reseller sehingga tetap mampu menghasilkan di masa pandemi seperti saat ini.

Selain itu, kelompok lain juga mensosialisasikan penguatan ekonomi keluarga melalui pengelolaan limbah rumah tangga, pemanfaatan barang bekas untuk bercocoktanam hidroponik, dan pemanfaatan pekarangan rumah dengan menanam tanaman obat peningkat imunitas. Ada juga kelompok yang mensosialisasikan mengenai komposter sampah organik dan pemanfaatan limbah dapur sebagai upaya penghematan pengeluaran rumah tangga.

Dalam kegiatan juga dilakukan sesi pembagian doorprise dimana peserta yang mampu menjawab pertanyaan dari para dosen JEP FEB UNIB akan mendapatkan hadiah menarik. Peserta dan dosen sama-sama riang gembira dalam kegiatan ini, terlihat dari canda tawa yang tak henti selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari JEP FEB UNIB kepada masyarakat berupa masker, berbagai peralatan rumah tangga dan tanaman obat keluarga (TOGA). Peserta juga boleh membawa konektor masker hasil praktek buatan sendiri selama kegiatan. “Semoga kegiatan PPM JEP FEB UNIB ini dapat membantu masyarakat menghadapi masa pandemi covid-19 seperti sekarang,” tutup Dr. Armelly saat mengakhiri kegiatan PPM.