Chindy Revilla Putri, mahasiswa akuntansi FEB UNIB dengan NIM C1C018064 berhasil mengharumkan nama Universitas Bengkulu di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTI). LKTI dimaksud merupakan  kegiatan Andalas Penalaran Fair (APF). Kegiatan ini diselenggakan oleh Universitas Andalas pada tanggal 8 Februari 2020 di Padang.

LKTI Tingkat Nasional ini mengusung tema Membangun Generasi Indonesia Emas 2045 yang Kreatif dan Inovatif dalam Pemanfaatan Artificial Intelligent (AI). LKTI diikuti oleh kampus-kampus yang ada di penjuru Indonesia, seperti Universitas Negeri Semarang, Institut Pertanian Bogor, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Makasar, Universitas Malikussaleh, Sekolah Tinggi Teknik PLN Jakarta, Universitas Lampung, Universitas Bengkulu, dan masih banyak universitas lainnya.

Chindy dan tim berhasil menyabet juara 2 pada LKTI ini dengan judul makalah “Mathematics Education Card (MEC). MEC ini sendiri adalah inovasi media pembelajaran alternatif berbasis play method untuk siswa Sekolah Dasar (SD) di Provinsi Bengkulu. Pemilihan judul ini sendiri punya cerita tersendiri. Chindy bukan kebetulan merupakan relawan pengajar bagi anak-anak sekolah yang juga terlibat dalam kegiatan mengajar anak jalanan. Proses ini membawanya hingga kemudian membuka kelas bimbingan belajar.

Bersama keempat rekannya, Chyntia Anjani (S1 MIPA Matematika 2018), Reza Arianti (S1 MIPA Matematika 2018), Dani Fazli (S1 Teknik Elektro 2018), dan Epran (S1 FKIP Matematika 2018), mereka berkolaborasi dan menciptakan aplikasi MEC tersebut di atas. Aplikasi ini dapat dimainkan secara offline maupun online. Harapannya, tentu saja, membantu para pelajar untuk memahami matematika dan mempermudah mereka mengerjakan tugas.

Aplikasi inilah yang kemudian menjadi materi untuk dipresentasikan di LKTI Nasional tersebut bersama Chyntia dan Dani. Epran dan Reza ikut mendoakan walaupun tidak ikut LKTI. Cemas tingkat tinggi, demikian pengakuan Chindy saat ditanyakan kembali mengenai perasaannya saat presentasi, apalagi rival mereka kebanyakan dari kampus ternama. Walaupun demikian, mereka bertiga mencoba rileks dan menguasai panggung secara profesional.

Bukan hanya menyabet juara 2, Chindy dan tim sukses terpilih untuk kategori “Best Presentation” di ajang tersebut. Kepiawaian mereka dalam menjabarkan kata demi kata selama presentasi berhasil memukau para juri dan memberikannya nilai tertinggi. Hal ini tentu saja semakin mempertegas kompetensi mahasiswa-mahasiswi Universitas Bengkulu di tingkat nasional.

Para juri sempat mempertanyakan kolaborasi mereka yang merupakan gabungan dari berbagai fakultas. Ternyata, menurut Chindy dan tim, sebuah inovasi yang digabungkan dari berbagai pemikiran akan menjadi lebih kaya karena masing-masing dapat menilai dan berkontribusi dari sudut pandang berbeda. Keberagaman dan perbedaan fakultas justru menjadi kunci dari keberhasilan mereka.

Bagaimanapun juga, usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Kerja keras mereka dalam usaha mendidik anak bangsa khususnya para anak-anak jalanan sungguh patut diacungi jempol, apalagi mereka sendiri masih duduk di bangku kuliah. Demikian pula dengan keberhasilan mereka mengangkat nama universitas, patut diapresiasi dan dijadikan contoh. Bravo Chindy, Chyntia, dan Dani! We are so proud of you.

Kontributor: Esti Pasaribu, S.E., M.Ec.Dev.