Bengkulu, 3 Agustus 2020 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIB (FEB UNIB) mulai menutup pelayanan kepada mahasiswa sementara  waktu berdasarkan Surat Edaran (SE) Dekan FEB UNIB dengan nomor ISTIMEWA/UN30.10/DL/2020. Adapun SE Dekan FEB UNIB ini sendiri berisikan informasi bahwa FEB akan melakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan di seluruh gedung dan ruang perkantoran yang berada di lingkungan FEB, yaitu gedung K, MM, L, SBDCL, S, dan Pascasarjana Ekonomi. Untuk menunjang penuh kegiatan tersebut, maka semua dosen dan karyawan sepenuhnya melakukan pekerjaan di tempat tinggal masing-masing mulai tanggal 3 Agustus 2020 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.


Keputusan mengeluarkan SE Dekan  ini diambil sehubungan dengan meningkatnya angka pasien positif terinfeksi covid-19 di Provinsi Bengkulu per tanggal 2 Agustus 2020 sebanyak 18 orang. Tentu saja, hal ini membuat geger dunia akademisi dan sukses membuat petinggi kampus menyusun strategi pengamanan dan pencegahan virus Covid-19 secara menyeluruh. Rektor Universitas Bengkulu secara langsung mengeluarkan Surat Edaran bernomor 8674/UN30/TU/2020 Tentang Peningkatan Langkah Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Universitas Bengkulu. Isi surat Edaran ini adalah himbauan untuk melakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan dan pelaksanaan WFH di lingkungan Universitas Bengkulu.


Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Yezriza, S.E., MPPM., Ph.D menyatakan bahwa FEB UNIB sudah positif akan menggunakan sebuah perusahaan yang akan melakukan sterilisasi di fakultas tersebut. Perusahaan dimaksud adalah PT Bumi Daya Plaza, sebuah perusahaan outsoursing yang sudah deal akan melakukan sterilisasi dengan melakukan penyemprotan desinfektan di seluruh wilayah FEB UNIB. Sayang, saat dihubungi tadi pagi, masih belum ada jadwal pasti kapan sterilisasi ini dilakukan. “Saya masih harus berkoordinasi dengan atasan dan membicarakan teknis pelaksanaan,” demikian jawaban Ibu Nurwanti yang adalah pengawas di PT Bumi Daya Plaza. Dapat dimaklumi, karena urusan semacam ini melibatkan perencanaan dan koordinasi yang matang di internal perusahaan.


Para dosen cukup memahami keadaan dan memilih untuk patuh terhadap SE Dekan yang telah dikeluarkan. Hari ini, tidak terlihat satu pun dosen dan staf di FEB UNIB. Walaupun demikian, kegiatan pelayanan bimbingan dan ujian terkait tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi  mahasiswa tetap dilakukan melalui metode daring. Koordinasi pimpinan dan staf fakultas, jurusan, prodi, dan unit terkait lainnya pun diatur menggunakan media daring. Semua kegiatan non akademik di lingkungan FEB ditiadakan dan pihak yang tidak berkepentingan dilarang beraktivitas di lingkungan kampus. Dalam pengamatan ke lokasi secara langsung, hampir seluruh bagian bangunan di wilayah FEB UNIB tampak kosong dan lengang.


Pihak yang gelisah dan tidak tenang justru adalah kalangan mahasiswa. Beberapa mahasiswa kedapatan masih keliaran di lingkungan kampus namun segera diminta meninggalkan kampus. Hal ini wajar saja, karena mahasiswa strata-1 yang rata-rata berada pada semester akhir tersebut sedang mengejar jadwal ujian skripsi dan sangat membutuhkan bimbingan dan approval dosen masing-masing untuk bisa lulus kuliah. “Targetnya supaya bisa segera selesai ujian skripsi sebelum 30 September, jadi tidak perlu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester depan,” harap seorang mahasiswa yang harus pulang dengan memendam kekecewaan.

(Esti Pasaribu)